Minggu, 31 Mei 2009

Gara-Gara Alamat e-mail

Saya pernah mendengar sebuah cerita inspiratif dari radio tentang seseorang yang sukses gara-gara sebuah alamat e-mail. Ceritanya seperti ini, ada seseorang katakanlah si A, yang sedang melamar pekerjaan pada sebuah perusahaan besar bernama "Microsoft". Karena dia tidak memiliki keahlian apa pun dan pendidikannya juga tidak tinggi, maka dia melamar sebagai seorang cleaning sevice. Dia pun mengikuti tes dan wawancara. Setelah mengikuti wawancara, pihak perusahaan mempertimbangkan untuk menerimanya karena cocok dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Di akhir wawancara pihak perusahaan meminta alamat e-mail nya karena ada formulir dan beberapa pemberitahuan yang harus dikirim melalui e-mail sebagai salah satu prosedur perusahaan tersebut. Si A lalu termenung, dan berkata "saya tidak mempunyai alamat e-mail!" lalu meminta pihak perusahaan agar mengirimkan formulir dan persyaratan lainya melalui kotak pos. Namun pihak perusahaan menolak dan mereka berkata "maaf, tapi anda tidak bisa kalau tidak ada alamat e-mail".

Akhirnya si A pulang dengan gontai, gara-gara hal spele seperti alamat e-mail dia gagal mendapatkan sebuah pekerjaan. Di tengah perjalanan dia merenung, dan akhirnya semangatnya bangkit. Dia merogoh dompetnya dan melihat isinya, hanya ada beberapa puluh dolar disana. Dia mengambil semua uang tersebut dan membeli 2 kotak tomat. Kemudian tomat-tomat itu dia jual. Dia tidak pulang ke rumah sebelum semua tomatnya terjual. Setelah tomatnya terjual, dia membeli buah-buahan yang lain untuk melipatgandakan uangnya, begitu setiap harinya sampai beberapa tahun kemudian si A menjadi seorang pengusaha yang sukses dan memiliki perusahaan sendiri.

Suatu hari dia melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan. Pihak perusahaan tersebut menanyakan alamat e-mailnya, seperti beberapa tahun sebelumnya, si A termenung kemudian dia berkata "Saya tidak memiliki alamat e-mail". Dia sudah menjadi sesukses ini namun tetap belum memiliki alamat e-mail. Pihak perusahaan tersebut kaget dan berkata "Anda hebat, tidak memiliki alamat e-mail pun anda bisa sesukses ini, apalagi jika anda memiliki alamat e-mail", kemudian si A menjawab "Ah, tidak juga jika saya memiliki alamat e-mail dari dulu, mungkin sampai sekarang saya hanyalah seorang cleaning service!"

Kisah di atas menegaskan bahwa kesuksesan itu dapat diraih dengan atau tanpa adanya fasilitas, tapi bukan berarti e-mail itu tidak penting. Motivasi dan obsesi adalah bahan bakar utama untuk meraih sukses. Keterbatasan fasilitas atau alat bukanlah kendala bagi orang yang memiliki motivasi tinggi. Si A telah membuktikan bahwa tanpa mempunyai alamat e-mail dia bisa menjadi orang sukses. Menurut Anis Matta "Berprestasi di tengah keterbatasan adalah kepahlawanan dalam bentuk yang lain!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar