Selasa, 02 Juni 2009

Kuda dan Sumur

Alkisah ada seorang petani yang memiliki seekor kuda. Suatu hari kudanya tersebut jatuh ke dalam sebuah sumur tua yang sudah jarang dipakai lagi. Sang petani bingung apakah dia harus menyelamatkan kudanya atau tidak. Setelah dia pikir-pikir, kudanya itu sudah tua dan sudah tidak produktif lagi, sumurnya pun sudah jarang dipergunakannya lagi. Akhirnya dia memutuskan baik kuda maupun sumurnya tidak layak untuk diselamatkan. Maka dia meminta bantuan tetangganya untuk mengubur sumur tersebut beserta kuda di dalamnya. Lalu bersama-sama tetangganya ia menyekop tanah kotor ke dalam sumur itu.

Pertama-tama si kuda terganggu saat tanah kotor itu menimpa tubuhnya. Si kuda panik dan frustasi, tetapi lama-lama dia menyadari bahwa tanah yang menimpa tubuhnya itu bisa dia goyangkan sehingga jatuh ke kakinya dan dia bisa berdiri di atasnya. Setiap sekop tanah yang menimpa tubuhnya, dia goyangkan dan dia berdiri di atasnya. Secara bertahap, lama-lama tanah tersebut mengisi sampai mendekati lubang atas sumur sehingga si kuda bisa melompat keluar dari sumur tersebut. Tanah yang tadinya ditujukan untuk menguburnya berubah menjadi penyelamat baginya..(dari "Dare to fail : No failure only success delayed")

Menurut Michael Lum Y. kegagalan itu seperti tanah kotor, tergantung bagaimana kita mengolah kegagalan tersebut. Seperti kisah kuda di atas, tanah kotor yang tadinya bisa menguburnya, dia goyangkan sehingga dia bisa berdiri di atasnya. Bila kita mengolah kegagalan yang menimpa kita, kita bisa bangkit di atasnya. So, ayo bangkitlah dari kegagalan!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar